pemahaman konsep matematika
A. Konsep Matematika
1.
Definisi Konsep
Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah
pencapaian pada tujuan yaitu agar mahasiswa mampu memahami sesuatu berdasarkan
pengalaman belajarnya. Kemampuan pemahaman ini merupakan hal yang sangat
fundamental, karena dengan pemahaman akan dapat mencapai pengetahuan prosedur.
Menurut Ngalim Purwanto (1994:44) pemahaman
adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti atau
konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya. Sementara Mulyasa (2005 : 78)
menyatakan bahwa pemahaman adalah kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki
oleh individu. Selanjutnya Ernawati (2003:8) mengemukakan bahwa yang dimaksud
dengan pemahaman adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu
mengungkapkan suatu materi yang disajikan dalam bentuk lain yang dapat
dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengklasifikasikannya.
Menurut Virlianti (2002:6) mengemukakan bahwa
pemahaman adalah konsepsi yang bisa dicerna atau dipahami oleh peserta didik
sehingga mereka mengerti apa yang dimaksudkan, mampu menemukan cara untuk
mengungkapkan konsepsi tersebut, serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang
terkait.
Berdasarkan
pengertian pemahaman diatas, penulis menyimpulkan pemahaman adalah suatu cara
yang sistematis dalam memahami dan mengemukakan tentang sesuatu yang
diperolehnya.
Setiap
materi pembelajaran matematika berisi sejumlah konsep yang harus disukai siswa.
Pengertian konsep Menurut Ruseffendi (1998:157) adalah suatu ide abstrak yang
memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan objek atau
kejadian itu merupakan contoh dan bukan contoh dari ide tersebut
2.
Indikator Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep sangat penting, karena dengan penguasaan konsep
akan memudahkan siswa dalam mempelajari matematika. Pada setiap pembelajaran
diusahakan lebih ditekankan pada penguasaan konsep agar siswa memiliki bekal
dasar yang baik untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran,
komunikasi, koneksi dan pemecahan masalah.
Penguasan konsep merupakan tingkatan hasil belajar siswa sehingga
dapat mendefinisikan atau menjelaskan sebagian atau mendefinisikan bahan
pelajaran dengan menggunakan kalimat sendiri. Dengan kemampuan siswa
menjelaskan atau mendefinisikan, maka siswa tersebut telah memahami konsep atau
prinsip dari suatu pelajaran meskipun penjelasan yang diberikan mempunyai
susunan kalimat yang tidak sama dengan konsep yang diberikan tetapi maksudnya
sama.
Menurut Sanjaya (2009) mengatakan apa yang di maksud pemahaman
konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran,
dimana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah konsep yang
dipelajari, tetapi mampu mengungkapan kembali dalam bentuk lain yang mudah
dimengerti, memberikan interprestasi data dan mampu mengaplikasikan konsep yang
sesuai dengan struktur kognitif yang dimilikinya.
Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan definisi
pemahaman konsep adalah Kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengemukakan
kembali ilmu yang diperolehnya baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan kepada
orang sehingga orang lain tersebut benar-benar mengerti apa yang disampaikan.
Mengingat pentingnya pemahaman konsep tersebut, Menurut Hiebert
dan Carpenter (dalam Dafril: 2011). Pengajaran yang menekankan kepada pemahaman mempunyai
sedikitnya lima keuntungan, yaitu:
a.
Pemahaman memberikan
generative artinya bila seorang telah memahami suatu konsep, maka pengetahuan
itu akan mengakibatkan pemahaman yang lain karena adanya jalinan antar
pengetahuan yang dimiliki siswa sehingga setiap pengetahuan baru melaui
keterkaitan dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.
b.
Pemahaman memacu ingatan
artinya suatu pengetahuan yang telah dipahami dengan baik akan diatur dan
dihubungkan secara efektif dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain melalui
pengorganisasian skema atau pengetahuan secara lebih efisien di dalam struktur
kognitif berfikir sehingga pengetahuan itu lebih mudah diingat.
c.
Pemahaman mengurangi
banyaknya hal yang harus diingat artinya jalinan yang terbentuk antara
pengetahuan yang satu dengan yang lain dalam struktur kognitif siswa yang
mempelajarinya dengan penuh pemahaman merupakan jalinan yang sangat baik.
d.
Pemahaman meningkatkan
transfer belajar artinya pemahaman suatu konsep matematika akan diperoleh siswa
yang aktif menemukan keserupaan dari berbagai konsep tersebut. Hal ini akan
membantu siswa untuk menganalisis apakah suatu konsep tertentu dapat diterapkan
untuk suatu kondisi tertentu.
e.
Pemahaman mempengaruhi
keyakinan siswa artinya siswa yang memahami matematika dengan baik akan
mempunyai keyakinan yang positif yang selanjutnya akan membantu perkembangan
pengetahuan matematikanya.
3.
Pembelajaran Matematika
untuk Kemampuan Pemahaman Konsep
Menurut Sanjaya (2009)
indikator yang termuat dalam pemahaman konsep diantaranya :
a.
Mampu menerangka secara
verbal mengenai apa yang telah dicapainya
b.
Mampu menyajikan situasi
matematika kedalam berbagai cara serta mengetahui perbedaan,
c.
Mampu mengklasifikasikan
objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk
konsep tersebut,
d.
Mampu menerapkan hubungan
antara konsep dan prosedur,
e.
Mampu memberikan contoh dan
contoh kontra dari konsep yang dipelajari,
f.
Mampu menerapkan konsep
secara algoritma,
g.
Mampu mengembangkan konsep
yang telah dipelajari.
Pendapat
diatas sejalan dengan Peraturan Dirjen Dikdasmen Nomor 506/C/Kep/PP/2004
tanggal 11 November 2001 tentang rapor pernah diuraikan bahwa indikator siswa
memahami konsep matematika adalah mampu :
a.
Menyatakan ulang sebuah
konsep,
b.
Mengklasifikasi objek
menurut tertentu sesuai dengan konsepnya,
c.
Memberikan contoh dan bukan
contoh dari suatu konsep,
d.
Menyajikan konsep dalam
berbagai bentuk representasi matematis,
e.
Mengembangkan syarat perlu
atau syarat cukup dari suatu konsep,
f.
Menggunakan dan
memanfaatkan serta memilih prosedur atau
operasi tertentu,
g.
Mengaplikasikan konsep atau
algoritma dalam pemecahan masalah.
Mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika maka
perlu diadakan penilaian terhadap pemahaman konsep dalam pembelajaran
matematika. Tentang penilaian perkembangan anak didik dicantumkan indikator
dari kemampuan pemahaman konsep sebagai hasil belajar matematika Tim PPPG
Matematika 2005:86 (dalam Dafril, 2011) Indikator tersebut adalah :
a.
Kemampuan menyatakan ulang
sebuah konsep adalah kemampuan siswa untuk mengungkapkan kembali apa yang telah
dikomunikasikan kepadanya;
b.
Contoh: pada saat siswa
belajar maka siswa mampu menyatakan ulang maksud dari pelajaran itu.
c.
Kemampuan mengklafikasikan
objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep adalah kemampuan siswa
mengelompokkan suatu objek menurut jenisnya berdasarkan sifat-sifat yang
terdapat dalam materi.
Contoh: siswa belajar
suatu materi dimana siswa dapat mengelompokkan suatu
objek dari materi tersebut sesuai
sifat-sifat yang ada pada konsep.
d.
Kemampuan member contoh dan
bukan contoh adalah kemampuan siswa untuk dapat membedakan contoh dan bukan
contoh dari suatu materi.
Contoh:
siswa dapat mengerti contoh yang benar dari suatu materi dan dapat
mengerti yang mana
contoh yang tidak benar
e.
Kemampuan menyajikan konsep
dalam berbagai bentuk representasi matematika adalah kemampuan siswa memaparkan
konsep secara berurutan yang bersifat matematis.
Contoh: pada saat siswa
belajar di kelas, siswa mampu
mempresentasikan/memaparkan suatu materi secara berurutan.
f.
Kemampuan mengembangkan
syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep adalah kemampuan siswa
mengkaji mana syarat perlu dan mana syarat cukup yang terkait dalam suatu
konsep materi.
g.
Contoh: siswa dapat memahami
suatu materi dengan melihat syarat-syarat yang harus diperlukan/mutlak dan yang
tidak diperlukan harus dihilangkan.
h.
Kemampuan menggunakan,
memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu adalah kemampuan siswa menyelesaikan
soal dengan tepat sesuai dengan prosedur. Contoh: dalam belajar siswa harus mampu
menyelesaikan soal dengan tepat sesuai dengan langkah-langkah yang benar.
i.
Kemampuan mengklafikasikan
konsep atau algoritma ke pemecahan masalah adalah kemampuan siswa menggunakan
konsep serta prosedur dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari.
Contoh: dalam belajar siswa mampu menggunakan suatu konsep untuk
memecahkan masalah.
4.
Pembelajaran Matematika
Untuk Kemampuan Pemahaman Konsep
Pelajaran Matematika sering merupakan momok bagi para siswa.
Banyak siswa dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi yang membenci mata
pelajaran ini. Kesulitan yang harus
dihadapi dengan berbagai penggunaan logika dan rumus dalam menyelesaikan soal
merupakan kendala dan permasalahan besar. Namun ada teori belajar matematika
yang sebenarnya mudah untuk dilakukan. Menurut Suherman (2001) Dengan
menerapkan teori ini, matematika bukanlah
menjadi mata pelajaran yang harus dihindari. Teori tesebut yaitu:
a.
Memahami konsep dan bukan
menghapal rumus, maksudnya teori belajar matematika pertama yang harus diingat
adalah bahwa belajar matematika berarti memahami konsep untuk setiap soal yang
dihadirkan. Walau di dalam matematika ada rumus yang harus dihapal, namun inti dari
pelajaran matematika adalah pemahaman. Seberapa hebat anda dalam menghafal
berbagai rumus matematika, tidak akan bermanfaat jika konsep dasarnya tidak
dipahami. Pemahaman konsep menjadi modal utama dalam menguasai pelajaran
matematika. Itulah teori belajar matematika yang paling utama yang harus
dikuasai terlebih dahulu.
b.
Belajar dari contoh soal,
maksudnya memahami konsep bisa dilakukan dengan cara membaca berbagai uraian
pelajaran matematika. Namun teori saja tidak akan dapat membuat pemahaman
secara lengkap. Diperlukan juga praktik yang artinya Anda harus belajar dari
berbagai soal. Teori belajar matematika kedua yang juga sangat mudah dilakukan
adalah belajar dari contoh soal. Uraian teori yang anda peroleh harus anda
terapkan di dalam berbagai contoh soal. Dengan melihat bagaimana teori dalam
menyelesaikan berbagai soal, anda akan lebih mampu lagi memahami konsep secara
menyeluruh. Soal-soal inilah yang merupakan refleksi dari bahan pelajaran
sebenarnya.
c.
Berdasarkan pendapat diatas
bahwa pemahaman konsep matematika sangatlah penting dikuasai oleh siswa,
sehinga siswa tidak lagi hanya menghapal rumus tetapi dia benar-benar memahami
konsep matematika kemudian pemahaman konsep juga bisa mudah dipahami dengan
belajar dari contoh-contoh soal matematika itu sendiri.
d.
Agar lebih memahami
penjelasan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika, dibawah ini akan di
contoh soal pemahaman konsep berdasarkan indikatornya.
Adapun
contoh contoh pemehaman konsep dapat kita paparkan sebagai berikut :
a.
Menyatakan ulang sebuah
konsep
Contoh
soalnya adalah siswa mampu mendefinisikan ulang perkalian dua.
2 x 1 = 2
2 x 2 = 2 +
2 = 4
2 x 3 = 2 +
2 + 2 = 6
…….dst
b.
Mendefinisikan perkalian
disini maksudnya siswa setelah belajar perkalian ia mampu menyatakan ulang
perkalian dua tersebut.
c.
Mengklasifikasi objek sesuai
dengan konsepnya.
Maksudnya siswa
mampu mengkelompokkan sifat-sifat tertentu suatu objek menurut jenisnya dan
sifat-sifat.
d.
Dalam menyelesaikan Sistem
persamaan Linier dimana siswa dapat mengelompokkan suatu objek dari soal sesuai dengan
sifat-sifatnya, sehingga siswa dapat menyelesaikan sistem persamaan linier
tersebut menggunakan berbagai metode. Seperti metode grafik, eleminasi,
substitusi dan gabungan antara eliminasi & substitusi.
Contoh :
Ibu membeli
duah buah potong kain untuk pakaian yang berwarnah hijau dan kuning. Dari kedua
potongan kain tersebut masing-masing berukuran 12 meter yang berwarna hijau dan
24 meter berwarna kuning. Tentukan :
1)
Banyak stel pakaian yang
dibuat, jika untuk seorang laki-laki
saja membutuhkan 3 meter kain hijau dan 4 meter kain kuning.
2)
Banyak stel pakaian yang
dapat dibuat, jika untuk seorang perempuan saja membutuhkan 4 meter kain hijau
dan 6 meter kain kuning.
3)
Untuk menyelesaikan soal
seperti ini siswa harus mampu mengelompokkan menurut jenis dan sifat-sifatnya.
Penyelesaian
:
Dik :
·
Hijau (m)
·
Kuning (m)
·
Laki –laki (x)
·
M = 3
·
N = 4
·
Perempuan (y)
·
M = 4
·
N = 6
·
Total kain
·
M = 12
·
N = 24
Disini
telah terjadi pengelompokkan dan akhirnya siswa mampu membentuk model
matematika : 3x + 4y = 12 dan 4x + 6y= 24.
Sehingga
siswa dapat menyelesaikan system persamaan linier tersebut menggunakan salah
satu metode yang disebutkan diatas.
e.
Kemampuan mengembangkan
syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsepa maksudnya siswa mampu
menganalisa suatu soal mana syarat perlu dan mana syarat cukup yang terkait
dalam suatu konsep materi.
Contoh:
siswa dapat memahami suatu materi dengan melihat syarat-syarat yang harus
diperlukan/mutlak dan yang tidak diperlukan harus dihilangkan pada Persamaan
kuadrat yang akar-akar Real, kembar dan imajenir hanya menggunakan Diskriminan
tanpa harus mencari nilai akar-akar Persamaan kuadrat tersebut.
ax2 + bx +
c = 0
Dengan
Diskriminan (D)
D = b2 –
4ac, Jika :
D >
0 : akar-akar Persamaan Kuadratnya beda dan real.
D = 0 :
akar-akar Persamaan Kuadratnya kembar/sama
D <
0 : akar-akarnya imajenir
Biasanya
siswa langsung mencari akar-akar persamaan kuadratnya menggunakan pemfaktoran /
melengkapkan kuadrat sempurna / menggunakan rumus.
Contoh :
Tentukan
jenis akar Persamaan Kuadrat x2 + x - 6
= 0
Jawab :
D = b2 –
4ac
D = 1 –
4.1.(-6) = 1 + 25 = 26.
Karena D
> 0, maka jenis akar real dan berbeda.
Pada saat
tertentu biasanya siswa langsung menggunakan pemfaktoran/melengkapi kuadrat
sempurna/rumus untuk menentukan jenis akar persamaan kuadrat. Kemudian siswa baru menyimpulkan bahwa jenis
akar persamaan kuadratnya.
f.
Memberikan contoh dan bukan
contoh dari suatu konsep, maksudnya siswa dapat
membedakan mana contoh yang benar
dari suatu materi dan contoh yang tidak benar dari suatu konsep materi yang
telah dipelajari.
g.
Pada pokok bahasan logika,
siswa mampu membedakan suatu kalimat yang termasuk pernyataan dan bukan
pernyataan
Contoh :
1).
Semua mahkluk hidup memerlukan oksigen untuk bernapas.
2).
Ular digolongkan sebagai hewan mamalia.
Jawaban:
kedua kalimat diatas sebagai pernyataan, karena suatu kalimat digolongkan suatu
pernyataan jika kalimat tersebut bisa kita jawab benar atau salah. Jika benar
maka pernyataan tersebut pernyataan yang benar, dan sebaliknya jika salah maka
pernyataan tersebut pernyataan yang salah. Jadi kalimat a pernyataan yang
bernilai benar dan kalimat b pernyataan yang bernilai salah.
h.
Menyajikan konsep dalam
berbagai bentuk representasi matematis
i.
Maksudnya siswa mampu
merepresentasikan soal dalam berbagai bentuk representasi matematis, seperti
dalam grafik, tabel, dan piktogram sehingga orang lain mampu memahami maksud
dari soal tersebut.
Contoh
Dalam suatu kelurahan A diperoleh data
pekerjaan warganya, antara lain Pedagang sebanyak 5 orang, wiraswasta sebanyak
10 orang, Pegawai Negeri Sipil sebanyak
42 orang dan Polri/TNI sebanyak 8 orang.
Dari data tersebut dapat
direpresentasikan dalam bentuk diagram/grafik :
1).
Diagram batang
2).
Diagram Garis
3).
Diagram Lingkaran
4).
Tabel
5).
Piktogram
x
x
Comments
Post a Comment